Tokoh perempuan adat Suku Marind-Anim dari Merauke, Yasinta Moiwend atau

Cerita

Cerita Medan & SUMUT: Tokoh perempuan adat Suku Marind-Anim dari Merauke, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, memilih menempuh jalur resmi untuk meminta perlindungan setelah merasa terancam menyusul beredarnya film dokumenter “Pesta Babi”. Selain melapor ke Polda Metro Jaya, ia mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yang kini menelaah permohonan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak mencari perlindungan saat merasa dirugikan, serta keselamatan dan martabat manusia layak menjadi prioritas. Sembari proses hukum berjalan, ada baiknya memberi ruang agar setiap tahapan berlangsung secara adil dan objektif.

Tokoh perempuan adat Suku Marind-Anim dari Merauke, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, memilih menempuh jalur resmi untuk meminta perlindungan setelah merasa terancam menyusul beredarnya film dokumenter "Pesta Babi". Selain melapor ke Polda Metro Jaya, ia mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yang kini menelaah permohonan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak mencari perlindungan saat merasa dirugikan, serta keselamatan dan martabat manusia layak menjadi prioritas. Sembari proses hukum berjalan, ada baiknya memberi ruang agar setiap tahapan berlangsung secara adil dan objektif.

Browse berita / cerita Medan sesuai hashtags >>

Silakan cek cerita Medan dan update berita terbaru di menu HARI INI , link ada diatas
Follow Instagram @medanku untuk cerita video reels dan story terkini yang tidak diposting ke web
Untuk informasi Lowongan Kerja , cek web www.KarirGram.com dan IG @KarirGram
Untuk berita Medan terkini, cek www.MedanTalk.com dan IG @MedanTalk
Untuk informasi tips Otomotif cek www.otomtalk.com dan IG @Otomtalk
Powered by Webhosting Terjamin

Sumber: https://www.instagram.com/reel/DZP3WS1JzQS/