Menteri Pigai: Indonesia Aman, Saya Menteri Naik Motor Sendirian Saja

Cerita

Cerita Medan & SUMUT: Menteri Pigai: Indonesia Aman, Saya Menteri Naik Motor Sendirian Saja Enggak Ada yang Ganggu

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai melarang pelaku begal tidak boleh ditembak mati oleh aparat. Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.

“Tidak boleh begal ditembak ditempat, Kata-kata ‘tembak di tempat’ bertentangan dengan prinsip hak azasi manusia, pelaku kekerasan maupun terorisme wajib ditangkap hidup-hidup untuk diproses secara hukum,” kata Pigai.

Pigai menjelaskan ada dua alasan utama mengapa pelaku kejahatan harus ditangkap dalam keadaan hidup. Pertama, hak hidup setiap orang tidak boleh dirampas tanpa melalui proses hukum yang adil.

Kedua, pelaku dapat memberikan informasi penting bagi penegak hukum untuk mengungkap jaringan, motif, hingga akar masalah kejahatan.

Ia menambahkan bahwa tindakan menembak mati pelaku begal tetap tidak dibenarkan, meski dilihat dari perspektif korban. Pigai menilai masyarakat yang mendukung tindakan tegas semacam itu belum sepenuhnya memahami prinsip dasar HAM.

“Tidak seorang pun boleh kehilangan hak hidupnya tanpa melalui prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia justru menekankan pentingnya aparat penegak hukum menjaga keamanan dan stabilitas agar masyarakat dapat hidup dengan rasa aman.

Pigai menegaskan kalau Indonesia masih menjadi negara yang tergolong aman bagi masyarakat, termasuk bagi para pejabat negara.

Pigai mengatakan dirinya kerap bepergian tanpa pengawalan ketat dan tidak pernah mengalami gangguan.

“Indonesia kan aman. Saya menteri saja biasa jalan pakai sandal enggak ada yang ganggu, saya naik motor sendiri tidak pernah ada yang ganggu,” ujar Pigai.

sumber : wartaekonomi

Menteri Pigai: Indonesia Aman, Saya Menteri Naik Motor Sendirian Saja Enggak Ada yang Ganggu

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai melarang pelaku begal tidak boleh ditembak mati oleh aparat. Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.

"Tidak boleh begal ditembak ditempat, Kata-kata 'tembak di tempat' bertentangan dengan prinsip hak azasi manusia, pelaku kekerasan maupun terorisme wajib ditangkap hidup-hidup untuk diproses secara hukum," kata Pigai.

Pigai menjelaskan ada dua alasan utama mengapa pelaku kejahatan harus ditangkap dalam keadaan hidup. Pertama, hak hidup setiap orang tidak boleh dirampas tanpa melalui proses hukum yang adil.

Kedua, pelaku dapat memberikan informasi penting bagi penegak hukum untuk mengungkap jaringan, motif, hingga akar masalah kejahatan.

Ia menambahkan bahwa tindakan menembak mati pelaku begal tetap tidak dibenarkan, meski dilihat dari perspektif korban. Pigai menilai masyarakat yang mendukung tindakan tegas semacam itu belum sepenuhnya memahami prinsip dasar HAM.

"Tidak seorang pun boleh kehilangan hak hidupnya tanpa melalui prosedur hukum yang berlaku," tegasnya.

Ia justru menekankan pentingnya aparat penegak hukum menjaga keamanan dan stabilitas agar masyarakat dapat hidup dengan rasa aman.

Pigai menegaskan kalau Indonesia masih menjadi negara yang tergolong aman bagi masyarakat, termasuk bagi para pejabat negara.

Pigai mengatakan dirinya kerap bepergian tanpa pengawalan ketat dan tidak pernah mengalami gangguan.

"Indonesia kan aman. Saya menteri saja biasa jalan pakai sandal enggak ada yang ganggu, saya naik motor sendiri tidak pernah ada yang ganggu,” ujar Pigai.

sumber : wartaekonomi

Browse berita / cerita Medan sesuai hashtags >> medan verita medanku

Silakan cek cerita Medan dan update berita terbaru di menu HARI INI , link ada diatas
Follow Instagram @medanku untuk cerita video reels dan story terkini yang tidak diposting ke web
Untuk informasi Lowongan Kerja , cek web www.KarirGram.com dan IG @KarirGram
Untuk berita Medan terkini, cek www.MedanTalk.com dan IG @MedanTalk
Untuk informasi tips Otomotif cek www.otomtalk.com dan IG @Otomtalk
Powered by Webhosting Terjamin

Sumber: https://www.instagram.com/p/DYo7upLpwKq/