Studi: Populasi Manusia Tembus 8,3 Miliar, Lebihi Kapasitas Bumi Sebuah

Cerita

Cerita Medan & SUMUT: Studi: Populasi Manusia Tembus 8,3 Miliar, Lebihi Kapasitas Bumi

Sebuah studi terbaru dari tim peneliti internasional memperingatkan bahwa jumlah populasi manusia saat ini telah melewati batas kapasitas daya tampung Bumi yang berkelanjutan.

Populasi global saat ini yang mencapai 8,3 miliar jiwa tidak akan dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa menghabiskan ekosistem, memperburuk perubahan iklim, serta mengancam ketahanan pangan dan air.

“Bumi tidak dapat mengikuti cara kita menggunakan sumber daya. Bumi tidak dapat mendukung permintaan saat ini tanpa perubahan besar,” ujar pemimpin penelitian sekaligus Profesor Ekologi Global dari Flinders University, Corey Bradshaw.

Perhitungan tim peneliti menunjukkan jumlah populasi global yang benar-benar berkelanjutan sebenarnya hanya berkisar di angka 2,5 miliar orang. Angka tersebut dengan syarat setiap individu hidup dalam batas ekologis dan memiliki standar hidup yang aman secara ekonomi.

Dalam riset ini, mereka menemukan bahwa pola pertumbuhan berubah pada awal 1960-an, ketika laju pertumbuhan mulai melambat meskipun total populasi terus meningkat.

Penelitian tersebut memproyeksikan populasi global kemungkinan akan mencapai puncaknya di angka 11,7 hingga 12,4 miliar orang pada akhir tahun 2060-an atau 2070-an jika tren saat ini terus berlanjut.

Tingkat populasi yang tinggi saat ini bisa terjadi karena masyarakat bergantung pada bahan bakar fosil dan mengonsumsi sumber daya alam lebih cepat daripada kemampuan Bumi untuk memulihkannya.

Ketergantungan ini dinilai menyembunyikan efek kelebihan ekologis secara sementara melalui penyediaan pangan dan pertumbuhan industri, namun di sisi lain memperparah emisi karbon serta kerusakan lingkungan.

Risiko-risiko yang dikaitkan dengan situasi ini meliputi memburuknya dampak iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, penurunan keamanan pangan dan air, serta meningkatnya ketimpangan.

Kendati demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini tidak memprediksi runtuhnya peradaban secara tiba-tiba, melainkan sebuah penilaian realistis mengenai tekanan yang sedang terjadi.

Sumber: CNN Indonesia

Studi: Populasi Manusia Tembus 8,3 Miliar, Lebihi Kapasitas Bumi

Sebuah studi terbaru dari tim peneliti internasional memperingatkan bahwa jumlah populasi manusia saat ini telah melewati batas kapasitas daya tampung Bumi yang berkelanjutan.

Populasi global saat ini yang mencapai 8,3 miliar jiwa tidak akan dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa menghabiskan ekosistem, memperburuk perubahan iklim, serta mengancam ketahanan pangan dan air.

"Bumi tidak dapat mengikuti cara kita menggunakan sumber daya. Bumi tidak dapat mendukung permintaan saat ini tanpa perubahan besar," ujar pemimpin penelitian sekaligus Profesor Ekologi Global dari Flinders University, Corey Bradshaw.

Perhitungan tim peneliti menunjukkan jumlah populasi global yang benar-benar berkelanjutan sebenarnya hanya berkisar di angka 2,5 miliar orang. Angka tersebut dengan syarat setiap individu hidup dalam batas ekologis dan memiliki standar hidup yang aman secara ekonomi.

Dalam riset ini, mereka menemukan bahwa pola pertumbuhan berubah pada awal 1960-an, ketika laju pertumbuhan mulai melambat meskipun total populasi terus meningkat.

Penelitian tersebut memproyeksikan populasi global kemungkinan akan mencapai puncaknya di angka 11,7 hingga 12,4 miliar orang pada akhir tahun 2060-an atau 2070-an jika tren saat ini terus berlanjut.

Tingkat populasi yang tinggi saat ini bisa terjadi karena masyarakat bergantung pada bahan bakar fosil dan mengonsumsi sumber daya alam lebih cepat daripada kemampuan Bumi untuk memulihkannya.

Ketergantungan ini dinilai menyembunyikan efek kelebihan ekologis secara sementara melalui penyediaan pangan dan pertumbuhan industri, namun di sisi lain memperparah emisi karbon serta kerusakan lingkungan.

Risiko-risiko yang dikaitkan dengan situasi ini meliputi memburuknya dampak iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, penurunan keamanan pangan dan air, serta meningkatnya ketimpangan.

Kendati demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini tidak memprediksi runtuhnya peradaban secara tiba-tiba, melainkan sebuah penilaian realistis mengenai tekanan yang sedang terjadi.


Sumber: CNN Indonesia

Browse berita / cerita Medan sesuai hashtags >> ekosistem kapasitasbumi MedanKu info

Silakan cek cerita Medan dan update berita terbaru di menu HARI INI , link ada diatas
Follow Instagram @medanku untuk cerita video reels dan story terkini yang tidak diposting ke web
Untuk informasi Lowongan Kerja , cek web www.KarirGram.com dan IG @KarirGram
Untuk berita Medan terkini, cek www.MedanTalk.com dan IG @MedanTalk
Untuk informasi tips Otomotif cek www.otomtalk.com dan IG @Otomtalk
Powered by Webhosting Terjamin

Sumber: https://www.instagram.com/p/DZElAs5paOU/